Berita, Artikel, Info, Harga

Bakal Ubah Spesifikasi Kendaraan, Industri Otomotif Sambut B30



JawaPos.com Pelaku industri kendaraan komersial menyatakan kesiapannya mengimplementasikan program biodiesel B30 yang diujicobakan pada sejumlah kendaraan. Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) Duljatmono mengungkapkan bahwa solar dengan campuran minyak nabati cukup baik dipakai pada mesin diesel Mitsubishi Fuso berdasar hasil uji coba B20.
’’Soal kotor atau tidaknya bergantung penggunaan, penyimpanan, dan daerah operasional. Bukan soal pengolahannya. Untuk mengantisipasi, PT KTB menambahkan double filter pada truk produksi terbaru kita,” ujar Duljatmono seperti dikutip Jawa Pos, Sabtu (15/6).
Dia menegaskan, saat ini semua model baru yang diproduksi siap menenggak solar B20. PT KTB pun bersiap untuk menggunakan solar B30 yang direncanakan mulai berlaku tahun depan. Selain Mitsubishi Fuso, pabrikan kendaraan komersial lain dari Jepang, yakni Hino, siap ikut implementasi aturan pemerintah.
’’Untuk saat ini, kami pelajari tesnya sampai Oktober 2019. Setelah itu baru kami putuskan penambahan atau pengubahan spesifikasi kendaraan yang bersifat minor change,’’ jelas Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo.

Berkaca dari aturan B20, saat itu Hino harus menambah filter tambahan bagi kendaraan. Karena umur satu filter yang biasanya dapat tahan 20 ribu kilometer (km), jadi berkurang menjadi 10 ribu km. ’’Sekarang tinggal diperhatikan pencampurannya (B30) agar bahan bakar yang dihasilkan sempurna,’’ bebernya.
Santiko berharap ada dampak tidak langsung dari penerapan program biodiesel bagi industri otomotif. Misalnya, dengan konsumsi minyak kelapa sawit atau CPO yang meningkat, ekonomi Indonesia bisa lebih baik. ’’Bila sektor ekonomi membaik, nantinya bisa meningkatkan permintaan industri otomotif,’’ pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menyatakan sudah menyosialisasikan persiapan uji coba B30 kepada seluruh pelaku industri. Khusus untuk industri otomotif, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah meyakinkan bahwa penggunaan bahan bakar B30 tidak akan membuat performa maupun akselerasi kendaraan turun. Selain itu, perawatan mesin tidak memakan biaya tambahan yang besar.
Konsumsi biodiesel dalam penggunaan B30 ini ditargetkan meningkat hingga mencapai 6,9 juta kiloliter pada 2025. Saat ini implementasi baru diperluas untuk B20 yang pada 2018 konsumsi biodieselnya mencapai 3,8 juta kiloliter. ’’Kita tunggu B20 sampai optimal, karena beberapa distribusi B20 kan masih terbatas,’’ ujar Airlangga.
Uji coba telah dilakukan pada beragam jenis kendaraan dengan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer selama empat bulan hingga September 2019. ”Uji coba penggunaan B30 ini tidak hanya dilaksanakan pada kendaraan darat bermesin diesel. Dalam waktu dekat, pengujian sejenis juga akan dilakukan pada kereta api, angkutan laut, dan alat berat di pertambangan,” urainya.
Program tersebut diharapkan menghemat devisa, mengurangi ketergantungan impor BBM, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi industri kelapa sawit.

sumber:https://radarmalang.id/bakal-ubah-spesifikasi-kendaraan-industri-otomotif-sambut-b30/
Share:

Pertamina siap jual minyak bakar ke industri pada 2019





JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) memastikan diri pada 2019 menjadi penyedia kebutuhan minyak bakar dengan viskositas 180 cSt, yang lebih dikenal dengan nama pasar Marine Fuel Oil 180 cSt (MFO 180) atau minyak bakar.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan keputusan tersebut ditentukan dalam rapat pertemuan bersama dengan PT Pertamina (Persero), PT Vale Indonesia, PT Cosmic Indonesia, PT Cosmic Petroleum Nusantara, dan PT AKR Corporindo Tbk, untuk membahas Supply Demand Minyak Bakar 2019. "Rapat membahas permohonan rekomendasi ekspor untuk produk minyak bakar 180 cSt (MFO 180) yang diajukan Pertamina dan impor yang diajukan Badan Usaha lain," ujar Arcandra melalui keterangan resminya, Senin (31/12/2018).
Arcandra juga menyebutkan Pertamina juga telah sepakat untuk memasok MFO 180 kepada PT AKR Corporindo yang saat ini telah memasuki pembahasan penjadwalan shipment. Sementara itu, lanjutnya, negosiasi dengan Vale masih terus dilakukan. Arcandra menuturkan, Pertamina tetap mengikuti tender yang diadakan Vale, dengan diberikan kesempatan right to match pada saat sesi pembukaan harga di minggu pertama Januari 2019.
"Apabila sampai akhir Januari 2019, proses negosiasi Pertamina dengan Vale masih berjalan, Pemerintah akan mengakomodir kebutuhan impor minyak bakar Vale untuk sekali pengapalan," kata Wakil Komisaris Utama Pertamina ini.
Negosiasi lainnya adalah dengan PT Cosmic Indonesia, PT Cosmic Petroleum Nusantara, dan PT Yavindo Sumber Persada. Arcandra mengungkapkan, untuk negosiasi dengan kedua perusahaan ini, Pertamina akan menawarkan harga yang dapat bersaing dengan supplier Singapura.
Sebagai informasi, minyak bakar adalah minyak yang berasal dari jenis residu dan berwarna hitam gelap, dan lebih kental daripada minyak diesel dan memiliki titik tuang (pour point) yang lebih tinggi daripada minyak diesel. Penggunaan minyak bakar pada umumnya untuk bahan bakar pada pembakaran langsung pada dapur-dapur industri besar, pembangkit listrik tenaga uap dan lain-lain yang sangat memperhatikan segi ekonomis dari bahan bakarnya. Minyak bakar ini disebut juga Marine Fuel Oil.
Adapun, MFO 180 umum digunakan di industri dan sektor perkapalan yang memiliki ruang bakar/boiler pada mesin industrinya.

Sumber: http://kabarbisnis.com/read/2888601/pertamina-siap-jual-minyak-bakar-ke-industri-pada-2019
Share:

Status Badan Usaha Niaga Migas 05 Maret 2018

Senin, 05 Maret 2018



Daftar Badan Usaha BBM dan Gas

- Status Pelaporan Badan Usaha Gas yang Tidak Lapor dan Tidak Rutin status 8 Mei 2018
- Status Pelaporan Badan Usaha BBM yang Tidak Lapor dan Tidak Rutin status 8 Mei 2018


 sumber: https://migas.esdm.go.id/post/read/badan-usaha-niaga-migas#
Share:

Harga Spesial Solar Industri periode 1 - 15 Juli 2018



Berikut kami sampaikan Harga Spesial Solar Industri dari kami sebagai berikut:

Wilayah Jawa Timur: 
1. Harga Solar Industri Pertamina untuk Kota Surabaya 
    Pengiriman Darat Rp 9.800,- / liter

2. Harga HSD Migas untuk Kota Surabaya
    Pengiriman Darat Rp 8.200,- / liter

3. Harga Ship To Ship (STS) / Pengisian Kapal : Call 081347733327

Keterangan: 
- Harga tersebut sudah termasuk Pajak (PPN)
- Harga sudah termasuk biaya pengangkutan (OAT) 
- Untuk pengiriman di luar Kota Surabaya dikenakan tambahan biaya pengangkutan.
- Pembayaran Cash On Dellivery (COD) 

 Wilayah lain yang juga dapat kami layani:
- Kaltim: Balikpapan, Samarinda
- Jateng: Solo, Semarang
- Jabodetabek

------------------------------------------------------------------------------
Katerangan lebih lanjut silahkan hubungi kami melalui:
Phone / WA : 081347733327 (nano)
Email : nanohsd@gmail.com


Share:

Informasi Harga Keekonomian Solar Industri PT.Pertamina (persero), periode 1 - 15 Juli 2018

*) Harga tersebut diatas belum termasuk ppn, pph dan pbbkb

Keterangan :

Wilayah I    : Sumatera, Jawa, Bali, Madura
Wilayah II   : Kalimantan
Wilayah III  : Sulawesi, NTB
Wilayah IV : Maluku, NTT, Irian Jaya

Dapatkan penawaran solar industri dengan harga terbaik dari kami.
hubungi:  081347733327
email :     nanohsd@gmail.com
Share:

Informasi harga keekonomian HSD Solar Industri PT.Pertamina (persero), periode 1 - 15 Maret 2018

Berikut kami sampaikan informasi harga keekonomian HSD Solar Industri PT.Pertamina (persero), periode 1 - 15 Maret 2018

  

MINYAK SOLAR / HSD (High Speed Diesel) 
HARGA DASAR HSD Solar Industri (wilayah I)        = Rp 9.900,-

HARGA DASAR HSD Solar Industri (wilayah II)       = Rp 9.900,-  

HARGA DASAR HSD Solar Industri (wilayah III)      = Rp 10.000,-  

HARGA DASAR HSD Solar Industri (wilayah IV)      = Rp 10.150,-

*) Harga tersebut diatas belum termasuk ppn, pph dan pbbkb







Keterangan :

Wilayah I    : Sumatera, Jawa, Bali, Madura
Wilayah II   : Kalimantan
Wilayah III  : Sulawesi, NTB
Wilayah IV : Maluku, NTT, Irian Jaya

Dapatkan penawaran solar industri dengan harga terbaik dari kami.
hubungi:  081347733327
email :     nanohsd@gmail.com

Share:

Manajemen Bahan Bakar pada Alat Berat




Solar atau bensin (aliphatic hydrocarbon) merupakan bahan bakar hidrokarbon tak terbarukan yang terbuat dari minyak bumi. Terbentuk dari sisa tanaman dan binatang (diatom) yang hidup ratusan juta yang disebut fosil. Dengan tekanan ekstrim dan suhu tinggi, sisa organisme ini akan menjadi campuran hidrokarbon cair (senyawa kimia organik dari hidrogen dan karbon) yang kita sebut sebagai minyak mentah.

Banyak pemilik Excavator, traktor, dan alat berat sejenis ditanah air tidak mengerti, bahwa dalam struktur kimiawi bahan bakar terkandung unsur molekul yang disebut “Energi Potensial”, Disaat bahan bakar meninggalkan kilang minyak ( Refinery ) maka bahan bakar tersebut mengalami perubahan penurunan ( degradasi ) kualitas dan kehilangan energy potensialnya yang disebabkan oleh proses oksidasi dan pertumbuhan mikroorganisme. Dengan masa penyimpanan yang lama dan pengaruh lingkungan maka bahan bakar akan berubah menjadi semacam pernis yang mengental pekat. Sehingga output dari kualitas bahan bakar bilamana masuk dalam ruang pembakaran mesin menghasilkan performa kualitas sebagai berikut:
1. Pembakaran terbuang sia-sia melalui pipa knalpot  
2. Hasil pembakaran tidak maksimal 
3. Pembakaran hanya menciptakan tingginya emisi 
4. Tarikan gas jadi berat tapi tenaga mesin melemah
5. Otomatis bahan bakar jadi boros terbuang percuma
6. Menciptakan kerak karbondioksida pada ruang bakar mesin
7. Injector atau Piranti sparepartmesin jadi rusak
8. Dalam waktu singkat mesin pasti bermasalah
 

Minyak diesel untuk alat berat sebaiknya menggunakan jenis High Speed Diesel (HSD) Atau jenis minyak diesel performa tinggi. Solar jenis ini mampu menggerakkan mesin diesel alat berat yang bekerja pada putaran tinggi (di atas 1000 RPM).
Diesel Commonrail Direct Injection adalah kategori mesin ber-rasio kompresi tinggi (tekanan tinggi 17,0:1) tidak dibenarkan pakai minyak diesel performa rendah. Hanya dibenarkan pakai minyak solar performa tinggi, yaitu solardex atau biosolar include penyempurna solar. Spesifikasi minyak diesel performa tinggi: angka cetana yaitu minimal 48, Sulphur content maksimal di 0,35%, partikulat maksimal 10 mg/l. Angka cetana berkaitan dengan kemampuan bahan bakar terhadap putaran mesin yang tinggi. Sulphur content untuk emisi dan kesehatan catalytic converter, particulate untuk menilai tingkat kebersihan bahan bakar

Akibat pakai minyak diesel performa rendah: tarikan jadi berat, keluar asap hitam, otomatis solar jadi boros, injector cepat rusak, ruang bahan bakar penuh dengan kerak karbon, dampak terburuknya piston jebol dan injector buntu. Viskositas dan densitas secara langsung dikaitkan dengan performa mesin, emisi dan umur mesin. Viskositas dan densitas rendah mengurangi output power, karena fuel juga harus berfungsi sebagai pelumas terhadap komponen-komponen fuel system. Jika kinematic viscosity lebih rendah daripada 1.4 cSt akan mempercepat kerusakan (scuffing dan seizure) pada pompa injeksi, injector, dll. Interval viscosity dan density yang dianjurkan adalah: Bila tidak memungkinkan pakai jenis solar tersebut diatas lantaran harganya mahal maka bisa dikonversi dengan teknologi alat katalisator logam
• Viscosity : 1.5cST -- 4.5 cSt pada 400C 
• Density : 810 -- 860 kg/m3 pada 15
 Sementara untuk perawatannya disarankan untuk mengganti oli mesinnya secara teratur sesuai jadwal. PT. United Tractors Tbk sebagai perusahaan distributor alat-alat berat terbesar tentunya juga menyediakan oli asli berkualitas baik dan sesuai dengan spesifikasi dan standar High speed Diesel seperti KGO komatsu oil yang bisa diaplikasikan pada semua unit komatsu. Jangan lupakan juga penggantian rutin filter udara, filter oli serta filter solarnya. United Tractors juga memberikan kemudahan perawatan dengan menawarkan paket oil drum beserta filter oli dengan harga yang terjangkau serta menyediakan layanan bengkel service seperti kalibrasi pompa injeksi dan nozel apabila dirasa performa mesin mulai menurun (umumnya dilakukan antara 50.000 km sampai dengan 100.000 km sekali). Hanya dengan melakukan hal ini maka mesin diesel akan selalu memberikan performa yang senantiasa maksimal.

Penggunaan minyak diesel performa tinggi (HSD) atau solar biasa include Katalisator converter adalah faktor utama dalam perawatan mesin alat berat. Hal ini karena dengan menggunakan minyak diesel berkualitas tinggi akan menjaga keawetan mesin.

Keuntungan menggunakan minyak diesel yang berkualitas: 
1. Putaran mesin menjadi lebih ringan 
2. Injector otomatis terawat jadi awet 
3. Spare part menjadi lebih awet
4. Temperatur mesin terjaga, mesin tidak overheat 
5. Mesin tidak mengalami detonasi
6. Produktifitas terjaga, pekerjaan lancar



sumber: https://www.klikut.com/content/manajemen-bahan-bakar-pada-alat-berat
Share:

Popular Posts

Recent Posts

Labels

Labels

Support Supply

1. PT. BERDIKARI JAYA BERSAMA
Probolinggo - Jawa Timur

2. PT. MITRA SINAR ENERGI
Surabaya - Jawa Timur

Call: 081347733327