Berita, Artikel, Info, Harga

10 Negara Penghasil Minyak Terbesar di Dunia

10 Negara Penghasil Minyak Terbesar di Dunia – Minyak Bumi merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia modern saat ini.  Bahan Bakar untuk kendaraan bermotor (BBM) seperti Premium, Pertamax, Solar merupakan hasil olahan dari Minyak Bumi. Minyak Bumi yang diambil dari pertambangan Sumur Minyak sebelum diolah menjadi minyak yang kita kenal sekarang ini adalah berbentuk cairan kental dan berwarna coklat gelap atau berwarna kehijauan.  Minyak Bumi tersebut perlu diolah atau diproses lagi di perkilangan minyak sehingga menghasilkan berbagai jenis bahan bakar minyak seperti bensin, solar dan minyak tanah. Produk-produk lain yang juga merupakan hasil dari olahan Minyak Bumi adalah Aspal yang digunakan untuk Jalan Raya dan juga produk-produk plastik.
Meskipun telah banyak ilmuwan-ilmuwan yang mengembangkan berbagai alternatif pengganti, Minyak Bumi masih merupakan komoditas terpenting di dunia ini.
Berdasarkan Investopedia, Negara penghasil minyak terbesar di Dunia adalah Amerika Serikat dengan hasil produksinya sebesar 12,31 juta barrel per hari. Meskipun penghasil minyak Terbesar di Dunia, Amerika Serikat bukanlah anggota OPEC, karena hasil Minyak Bumi tersebut banyak dikonsumsi di dalam negaranya sendiri. Urutan kedua ditempati oleh Arab Saudi yang merupakan anggota OPEC dengan jumlah produksi 11,59 juta barrel per hari. Sedangkan Rusia menempati urutan ketiga dengan jumlah produksi minyak bumi sebesar 10,53 barrel per hari.

Daftar 10 Negara Penghasil Minyak Terbesar di Dunia

Berikut ini adalah Daftar 10 Negara Penghasil Minyak Terbesar di Dunia beserta jumlah produksi dalam barrel per hari atau disingkat dengan bbl/d (barrel per day).

1. Amerika Serikat

Produksi : 12,31 juta barel per hari
Benua : Amerika Utara
Keterangan : Bukan Anggota OPEC

2. Arab Saudi

Produksi : 11,59 juta barel per hari
Benua : Asia (Timur Tengah)
Keterangan : Anggota OPEC

3. Rusia

Produksi : 10,53 juta barel per hari
Benua : Asia dan Eropa
Keterangan : Bukan Anggota OPEC

4. China

Produksi : 4,46 juta barel per hari
Benua : Asia
Keterangan : Bukan Anggota OPEC

5. Kanada

Produksi : 4,07 juta barel per hari
Benua : Amerika Utara
Keterangan : Bukan Anggota OPEC

6. Uni Emirat Arab

Produksi : 3,23 juta barel per hari
Benua : Asia (Timur Tengah)
Keterangan : Anggota OPEC

7. Iran

Produksi : 3,19 juta barel per hari
Benua : Asia (Timur Tengah)
Keterangan : Anggota OPEC

8. Irak

Produksi : 3,06 juta barel per hari
Benua : Asia (Timur Tengah)
Keterangan : Anggota OPEC

9. Meksiko

Produksi : 2,91 juta barel per hari
Benua : Amerika Utara
Keterangan : Bukan Anggota OPEC

10. Kuwait

Produksi : 2,81 juta barel per hari
Benua : Asia (Timur Tengah)
Keterangan : Anggota OPEC

Sumber : Investopedia.com
Catatan : Jumlah Hasil Produksi diatas merupakan rata-rata barel per hari pada tahun 2013
Share:

Wapres: Naik atau Turunnya BBM Tak Perlu Diumumkan Langsung

Senin, 2 Maret 2015

 Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa kenaikan atau penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak perlu lagi diumumkan pemerintah secara langsung seperti kenaikan harga BBM pertama kalinya pada pertengahan November tahun lalu.
Ia menepis anggapan yang menilai kenaikan BBM per 1 Maret 2015 ini terkesan sembunyi-sembunyi. Menurut Kalla, sejak awal pemerintah sudah menyatakan bahwa perubahan harga BBM bersubsidi bisa terjadi setiap bulan. Harga BBM bersubsidi bisa naik atau turun mengikuti harga minyak dunia.

"Jadi kalau naik lagi harga minyak dunia, ya naik lagi. Itu sudah persetujuan bersama dan sudah diumumkan masyarakat, tidak perlu, naik turunnya tidak perlu diumumkan (lagi)" kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (2/3/2015).

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah menetapkan harga premium penugasan di luar Pulau Jawa, Madura, dan Bali naik per 1 Maret 2015. Harga yang semula Rp 6.600 per liter, naik menjadi Rp 6.800 per liter. Sementara itu, harga solar tetap sebesar Rp 6.400 per liter, dan harga kerosen atau minyak tanah tetap Rp 2.500 per liter.

Informasi mengenai kenaikan harga BBM ini disampaikan Kementerian ESDM melalui siaran pers yang dikirimkan kepada wartawan. Menurut siaran pers tersebut, keputusan mengenai harga BBM ini diambil atas pertimbangan beberapa aspek.

Pertama, untuk menjaga kestabilan sosial ekonomi pengelolaan harga dan logistik sepanjang perbedaan harga masih belum signifikan. Kedua, harga minyak dunia masih mengalami fluktuasi, menyusul pertentangan pelaku pasar minyak dalam menyikapi konflik di Libia. Ketiga, masih tingginya produksi shale oil di Amerika serta masih lesunya perekonomian global.

“Rata-rata harga indeks pasar minyak solar (MOPS Gasoil) sepanjang bulan Februari mengalami kenaikan pada kisaran 62-74 dollar AS per barel, sementara MOPS Premium mengalami kenaikan pada kisaran 55-70 dollar AS per barel,” tulis Kementerian ESDM.
Sumber:http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/03/02/203028126/Wapres.Naik.atau.Turunnya.BBM.Tak.Perlu.Diumumkan.Langsung
Share:

Harga Minyak Dunia Kembali Turun


Harga minyak dunia turun pada Selasa (24/2/2015) waktus setempat (Rabu pagi WIB), karena para pedagang memperkirakan laporan utama akan menunjukkan peningkatan pada persediaan minyak mentah AS yang sudah berada pada tingkat rekor, sehingga memperburuk kelebihan pasokan global.

Kontrak acuan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 17 sen, menjadi ditutup pada 49,28 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan April, kontrak acuan global, ditutup pada 58,66 dollar AS per barel, turun 24 sen dari tingkat penutupan Senin.

Kedua kontrak berjangka telah turun tajam pada Senin dan Jumat karena para pedagang khawatir tentang melimpahnya pasokan global di tengah pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, dengan tidak ada tanda-tanda pelambatan dalam kenaikkan stok minyak mentah di Amerika Serikat.

Pada Rabu, Departemen Energi AS (DoE) akan menerbitkan laporan mingguan AS tentang stok minyak mentah dan produk-produknya.

"Kami mungkin akan memiliki tumpukan lain dalam persediaan AS yang akan menempatkan tekanan turun pada harga," kata James Williams dari WTRG Economics.

Para ahli yang disurvei oleh Bloomberg News, menyatakan persediaan proyek telah meningkat 3,75 juta barel pada pekan lalu, dari total 425,6 juta barel minggu sebelumnya.

Secara global, pasokan minyak mentah meningkat karena ladang minyak di Libya timur memulai kembali pemompaan ke pelabuhan Hariga setelah jaringan pipanya diperbaiki.

"Kembalinya sebagian pasokan dari Libya membebani harga Brent meskipun keberlanjutannya tak pasti," kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan kepada klien.

Harga minyak mentah telah jatuh lebih dari 50 persen sejak Juni. Harga telah meningkat dari posisi terendah Januari menyusul pelambatan dalam kegiatan pengeboran AS, tetapi para analis mengatakan volatilitas kemungkinan akan berlanjut untuk beberapa waktu.

"Sangat jelas mulai sekarang bahwa pengeboran minyak di AS akan melambat, pertumbuhan produksi global diperkirakan akan lebih rendah, dan permintaan, setidaknya di AS, bereaksi secara positif terhadap harga yang lebih rendah," kata bank Inggris Barclays dalam sebuah laporan.

"Singkatnya, pasar diperkirakan akan tetap kelebihan pasokan untuk sebagian besar tahun 2015, tetapi harapan di luar itu adalah fundamental yang lebih seimbang," tambahnya.



Sumber:http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/02/25/082944926/Harga.Minyak.Dunia.Kembali.Turun?utm_campaign=popread&utm_medium=bp&utm_source=bisniskeuangan


Solar Industri
Share:

Pertamina Siap Buka Tender Impor Minyak 306.460 Barel/Hari

Integrated Supply Chain (ISC), divisi pengadaan PT Pertamina (Persero) memperkirakan angka produksi kilang minyak perseroan tahun ini mencapai 862.070 barel per hari (BPH), atau mengalami peningkatan sebanyak 8.110 BPH ketimbang produksi minyak mentah tahun lalu yang berada di angka 853.960 BPH.

Vice President ISC Pertamina, Daniel Purba mengungkapkan dari angka 862.070 BPH minyak yang diproduksi kilang Pertamina tersebut, 64 persen diantaranya atau 555.430 BPH dibeli dari produsen minyak mentah dalam negeri.

"Kalau untuk impor minyak mentah tahun ini rencananya mencapai 306,46 juta barel atau sekitar 36 persen," tutur Daniel di Jakarta, Selasa (17/2).

Selain minyak mentah, Daniel bilang, tahun ini ISC juga berencana mengimpor minyak produk kilang jenis premium sebesar 115 juta barel, dan solar sebanyak 32 juta barel. Dengan catatan tersebut, itu artinya Pertamina akan mengimpor minyak mentah sebanyak 9 juta barel per bulan, atau berkisar 336 ribu barel per hari. Sementara total minyak mentah dan BBM yang diperlukan impor tahun ini sebanyak 300 juta.

"Disamping itu, Pertamina juga menargetkan akan memproduksi premium (dari kilang sendiri) sekitar 128,048 juta barel, solar sebanyak 62,104 juta barel, pertamax sekitar 8,027 juta barel dan avtur mencapai 9,836 juta barel," tutur Daniel.

Kerjasama Produsen

Daniel mengungkapkan untuk menjamin ketersediaan minyak mentah, Pertamina telah bekerjasama dengan dua produsen minyak tetap yakni Sonangol EP dan Saudi Aramco. Selain itu, Pertamina juga kerap menggelar tender pengadaan minyak dengan mengundang sedikitnya 62 perusahaan baik itu produsen, trader hingga national oil company (NOC). 


Untuk mekanisme tender minyak terakhir di 22 Januari kemarin, Pertamina diketahui memenangkan Vitol Group dan Socar dengan kapasitas minyak sebanyak 2x950 ribu barel medium oil dan 2x650 ribu barel heavy oil.

"Kami pastikan bahwa tender berlangsung transparan, akuntabel dan digelar di Indonesia mengacu dengan upaya transformasi yang ditujukan untuk ISC. Meski begitu, kami tidak bisa membuka harga karena ini memang etika bisnisnya," pungkas Daniel. (gen)




Sumber: http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150218083806-85-32977/pertamina-siap-buka-tender-impor-minyak-306460-barel-hari/
Share:

Indonesia Dinilai Perlu Segera Bangun Kilang Minyak Baru

JAKARTA—Pemerintah diminta segera membangun kilang minyak baru untuk memenuhi bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air menyusul subsidi yang kian meninggi.Ketua Komisi VI Achmad Hafisz Tohir mengatakan penyebab harga subsidi minyak tinggi adalah masalah kilang di Indonesia tidak siap. “Akibatnya kita membeli minyak bensin dan solar dari Singapura,” katanya seperti yang dilansir situs resmi dpr.go.id, Senin (23/2/2015).
Saat ini kilang kita tidak sesuai lagi dengan rumusan yang dikeluarkan yakni untuk jenis Ron 88, sementara Indonesia memakai Ron 92.
“Untuk itu, Indonesia harus membangun kilang baru yang spesifik bernafaskan Ron 92, bukan Ron 88 karena jenis ini hanya satu-satunya digunakan di Indonesia.”
Jika terus-terusan membeli BBM dari Singapura yang juga memproduksi  jenis Ron 92 sehingga subsidi terlalu tinggi, sementara BBM di Singapura sudah sama dengan di Indonesia.
“Jadi mau gak mau harus membangun kilang,” ujar Hafizs.
Saat ini, DPR sudah mendengar tawaran dari Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin yang akan menyiapkan lahan dan pelabuhannya  di  Tanjung Api-api.
“Itu menunjukkan komitmen Sumsel untuk membangun kilang yang juga dicanangkan pemerintah.”
Jadi, kebutuhan untuk membangun saat ii adalah investor. “Untuk itu, pertamina harus mencari partner agar pemerintah bisa segera mewujudkan kilang itu.”
Pembahasan pembangunan kilang, akan dilanjutkan dengan Komisi VI dengan modal sendiri atau pinjaman ataupun Penyertaan Modal Negara (PMN). 
“Intinya  masalah itu akan  kita kaji lebih lanjut oleh Komisi VI,” katanya.


Sumber: http://industri.bisnis.com/read/20150223/44/405436/indonesia-dinilai-perlu-segera-bangun-kilang-minyak-baru

Share:

Harga Minyak Turun 3 Hari Berturut-turut


Ilustrasi Tambang Minyak 5 (Liputan6.com/M.Iqbal) 

Harga minyak terus merosot dalam tiga hari berturut-turut meski adanya pengurangan jumlah rig yang beroperasi di Amerika Serikat (AS) akibat membanjirnya stok di Amerika Serikat (AS). Hal itu tidak begitu terpengaruh terhadap harga karena melimpahnya stok minyak AS.
Dilansir dari Wall Street Journal, Sabtu (21/2/2015), harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun US$ 82 sen atau -1,6 persen menjadi US$ 50,34 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak pengiriman minyak Maret berakhir pada akhir perdagangan Jumat.
Sedangkan kontrak April diperdagangkan lebih aktif menetap US$ 1,02 sen, atau 2 pesen menjadi US$ 50,81 per barel. Sementara jenis Brent ditutup naik 1 sen, atau 0,02 persen menjadi US$ 60,22 per barel di bursa ICE Futures London.
Badan Administrasi Informasi Energi AS melaporkan persediaan minyak mentah AS mencapai rekor pada minggu lalu, ini menjadi tanda bahwa harga yang murah mulai mempengaruhi aktivitas produksi.
Persediaan minyak tumbuh sebesar 7,7 juta barel pekan lalu menjadi 426 juta barel, level tertinggi untuk saat ini tahun setidaknya  dalam 80 tahun.
Kondisi ini diperparah karena OPEC memutuskan untuk tidak memangkas produksi tahun lalu, meskipun harga merupakan upaya nyata untuk mempertahankan pangsa pasarnya terhadap booming industri AS shale.

Harga sempat melonjak selama bulan lalu, dengan Brent tercatat naik 35 persen dari level rendah pada pertengahan Januari. Beberapa analis meramalkan harga minyak bisa terdongkrak karena berkurangnya jumlah rig minyak di AS.

Dalam beberapa pekan terakhir mentah telah jatuh akibat menguatnya laporan stok yang melimpah,  kemudian rally dalam seminggu ketika data dari Baker Hughes menunjukkan jumlah rig pengeboran minyak AS berada di posisi terendah tiga tahun. (Ndw)


Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2179072/harga-minyak-turun-3-hari-berturut-turut



Solar Industri 
Share:

Ada Mafia Migas di Balik Konflik KPK-Polri?

http://assets.kompas.com/data/photo/2015/02/20/1459270jokowidodo1780x390.jpg
Jumat, 20 Februari 2015

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyampaikan, sebagai warga negara dia meyakini apapun namanya, pertarungan antara baik dan buruk tidak akan berhenti. “Tapi saya punya keyakinan yang baik akan selalu menang. Itu saya 100 persen yakin. Mau itu (disebut) mafia, pemburu rente, silakan saja. Tapi zaman akan menjawab bahwa yang seperti itu, meski tidak selalu cepat, akan bisa diselesaikan,” kata Sudirman di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Lebih lanjut menanggapi pernyataan Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas yang menyebut konflik KPK-Polri sengaja diciptakan pebisnis-pebisnis busuk migas untuk melemahkan kedua institusi, Sudirman meyakini Busyro tidak mengucapkannya tanpa alasan. “Bisa saja yang disampaikan Pak Busyro itu (benar). Saya kira Pak Busyro orang bijak, dan beliau bicara tidak mungkin tanpa dasar,” ujar Sudirman.

Sudirman melihat, memang ancaman terbesar KPK adalah orang yang punya niat buruk. Dia menambahkan bukan tidak mungkin orang-orang yang punya niat buruk tersebut saling bergandeng tangan. “Sayangnya ada oknum-oknum yang terbawa. Sekali lagi saya berharap KPK kuat, Polisi kuat, kalau bermasalah diselesaikan saja. Jangan sampai perilaku oknum menyandera institusi. Sebagai warga negara kita berharap betul dua institusi penegak hukum ini kuat,” pungkas Sudirman.

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas, memandang konflik yang terjadi antara KPK dan Polri bertujuan untuk melemahkan kedua lembaga penegak hukum negara ini. Busyro tidak sependapat dengan anggapan bahwa saat ini KPK dilemahkan Polri.  Justru, yang terjadi, ketegangan itu sengaja diciptakan untuk melemahkan kedua lembaga.

Mantan Ketua Komisi Yudisial ini membeberkan, di balik konflik KPK dan Polri, ada pebisnis-pebisnis busuk di sektor migas. “Konflik itu seolah-olah terjadi antara KPK dan Polri, sengaja diciptakan oleh pebisnis-pebisnis busuk migas. Mereka tidak suka dengan tindak tanduk KPK dan Polri,” ucap Busyro, Kamis (19/2/2015).

Busyro menjelaskan, saat mulai masuk ke sektor migas pada 2008, KPK menemukan sistem korupsi yang terstruktur dan tersistem. Pada 2012, KPK telah melakukan kajian terkait sistem model kebijakan di sektor migas. Dari hasil kajian, KPK menemukan adanya unsur-unsur kecurangan. Faktanya, setidaknya ada 12.000 izin usaha pertambangan di 12 provinsi di Indonesia yang bermasalah. “Sistem korupsi di migas yang terstruktur dan tersistem dimainkan oleh pebisnis-pebisnis busuk, birokrat, politisi, bahkan ada unsur asing,” ujarnya.


Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/02/20/192421226/Ada.Mafia.Migas.di.Balik.Konflik.KPK-Polri.


Solar Industri 
Share:

Popular Posts

Recent Posts

Labels

Labels

Support Supply

1. PT. BERDIKARI JAYA BERSAMA
Probolinggo - Jawa Timur

2. PT. MITRA SINAR ENERGI
Surabaya - Jawa Timur

Call: 081347733327